Smith Findlay

Monthly Archive: February 2019

Langkah Tepat Berteman Dengan Orang Lain

Berapa banyak teman yang Anda miliki saat ini? apakah Anda termasuk orang yang mudah berteman dengan siapa saja atau malah sebaliknya? Bagi sebagian orang, menjalin sebuah pertemanan dengan berbagai orang dengan latar belakang yang berbeda memang terlihat sangat mudah. Mereka bahkan bisa dengan mudah berbincang seru dengan orang yang baru mereka temui. Namun, bagi sebagian lainnya, menjalin pertemanan membutuhkan waktu yang lama atau bahkan tetap tidak bisa dilakukan meskipun sudah mengenal lama. Dialah tipe orang yang sulit untuk menjalin komunikasi dengan orang lain, terlebih untuk menjalin hubungan pertemanan.

Pemikiran Yang Harus Diubah Ketika Ingin Berteman Dengan Siapa Pun

Sebagai makhluk sosial, tentu saja kita pasti membutuhkan bantuan orang lain setiap harinya. Teman adalah orang yang paling kita repotkan karena kita tentu saja tidak akan meminta pertolongan pada orang yang tidak kita kenal kecuali memang mendesak. Mendapatkan teman yang benar-benar mengerti kita bukanlah suatu hal yang mudah. Namun setidaknya kita bisa memberlakukan mereka sebagaimana kita ingin diperlakukan oleh mereka.

Orang yang akan kita pilih menjadi biasanya adalah mereka yang memiliki banyak kesamaan dengan kita sendiri. Padahal memiliki teman dari berbagai kalangan dengan banyaknya perbedaan adalah hal yang mengasyikkan. Kita akan dibawa ke dalam dunia yang sebelumnya mungkin tidak kita sukai. Untuk mendapatkan teman yang berbeda dengan kita, tentu saja kita harus mampu berpikiran terbuka dan pengertian. Ketika kita bisa melakukan kedua hal tersebut, maka tidak akan sulit untuk mendapatkan teman dengan sifat, kesukaan, dan latar belakang yang berbeda.

Langkah Mudah Berteman Baik Dengan Orang Lain

Menjadi makhluk sosial di tengah banyaknya perbedaan yang kita temukan di tengah masyarakat tentu saja kita ingin diperlakukan dengan baik oleh orang lain. Setiap manusia tentu saja memiliki sifat yang berbeda, tak jarang pula kita menemukan orang dengan kesukaan dan pemikiran yang belum pernah kita kira sebelumnya. Namun di tengah perbedaan tersebut bukan berarti kita tidak bisa berteman baik dengan mereka. Dengan melakukan langkah yang tepat, maka berteman dengan siapa pun bukan menjadi hal yang tidak mungkin selama kita bersikap baik dengan orang tersebut. berikut ini beberapa langkah mudah yang bisa kita praktekan untuk bisa berteman baik dengan siapa pun.

  1. Berpikiran terbuka

Seperti yang sudah dijelaskan secara singkat sebelumnya bahwa berpikiran terbuka akan membuat kita bisa menerima kehadiran orang lain yang mungkin sangat berkebalikan dengan kita. kita harus selalu menyadari bahwa setiap orang memiliki pemikiran dan kehidupan yang berbeda. Itulah mengapa kepribadian dan kebiasaan setiap orang juga berbeda. Cobalah untuk berpikiran terbuka dan jangan langsung menilai seseorang yang berbeda dengan kita dengan penilaian yang buruk. Cobalah untuk selalu melihat sisi positif orang lain sebelum menilainya.

  1. Bisa menjadi pendengar yang baik

Perlakukan orang lain seperti apa yang kita ingin orang lain memperlakukan kita. Ketika kita berbicara, tentu saja pasti kita ingin selalu didengarkan. Ubah posisi Anda sebagai pendengar yang baik ketika teman kita ingin bercerita. Apa pun yang mereka katakan, dengarkanlah dengan baik dan jangan menyela hingga mereka menyelesaikan cerita mereka. Semua orang bisa saja menjadi pembicara yang baik, namun tidak semua orang yang bisa menjadi pendengar yang baik. Jadilah pendengar yang baik terlebih dahulu jika Anda juga ingin didengarkan orang lain.

  1. Jangan mencoba untuk merubah orang lain

Pertemanan yang sehat bukanlah hubungan di mana kita mencoba untuk mengubah kebiasaan maupun kepribadian orang lain menjadi sesuai apa yang kita inginkan. Dalam menjalin pertemanan, tentu ada saja orang yang menurut kita bertingkah kurang menyenangkan. Dibandingkan bersusah payah mencoba untuk mengubah mereka, akan lebih baik jika kita sendiri yang mengubah interaksi dengan orang tersebut. misalkan saja dengan memberikan nasehat dengan halus tanpa menyinggung, atau membatasi interaksi dengannya. Hal tersebut bukan berarti kita menjauhinya apalagi memutus silaturahmi. Cukup membatasinya saja agar kelakuan tak mengenakan darinya tak perlu kita terima dengan sering. Dengan begitu mungkin saja dia akan tersadar dan memperbaiki sikapnya sendiri.